Setelah pengembangan pada Sabtu pagi, petugas kembali menemukan dan menyita barang bukti belasan kodi pakaian baru yang disimpan di rumah tersangka Adi. Menurut Albert Zai, para pelaku ditangkap saat ada pedagang dan petugas yang curiga dengan gelagat pelaku saat berpura-pura membantu pedagang mengevakuasi barang dari dalam toko ke luar lokasi yang terbakar.
“Kebetulan TKP sangat ramai dengan masyarakat yang mengangkut barang dan juga petugas pemadam kebakaran yang memadamkan api. Saat itu, tersangka mengambil kesempatan mencuri barang-barang korban kebakaran dengan memasukkan ke karung dan membawa kabur,” papar Kompol Albert Zai.
Sementara hingga Sabtu siang, sejumlah pedagang masih mengevakuasi barang-barang dagangan dibantu warga dan petugas. Untuk mengantisipasi pencurian dan penjarahan, masyarakat dan pedagang diminta waspada terhadap pelaku kejahatan yang memanfaatkan situasi seperti pascakebakaran ini.
Pasar grosir Aur Kuning terbakar sekitar pukul 04.15 WIB, Jumat dini hari, 17 November 2017. Saat kejadian, para pedagang berupaya menyelamatkan barang dagangan dari pertokoan yang belum terkena api. Barang-barang yang berhasil diselamatkan ditumpuk di area Terminal Aur Kuning dan sepanjang bagian bawah flyover yang tak jauh di samping terminal.
Kebakaran Pasar Grosir Aur Kuning Bukittinggi mengakibatkan kerugian mencapai Rp85 miliar. Api yang membakar pertokoan di tiga lantai di tahap satu dan tahap dua menghanguskan hampir 1.000 toko dan lapak milik pedagang. Hingga tadi, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polisi.