“Mulut saya baru mau ngomong awas, tapi dia sudah jatuh, bunyi tiga kali. Terakhir keras bunyinya. Nama korban yang jatuh itu si Gondrong,” kata Beti.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), polisi, pemadam kebakaran (damkar), dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi dibantu warga sekitar berupaya mengevakuasi korban dengan turun ke dasar jurang.
Korban ditemukan di kedalaman sekitar 120 meter dalam kondisi sudah tak bernyawa. Korban diduga terbentur pohon dan terempas hingga tewas di dasar jurang.
“Jalan dari atas ini ke tempat jatuh sekitar 200 meter. Di ngarai itu ada seperti lorong tempat pembuangan air. Korban pas di bawah itu dan ditemukan sudah tidak bernyawa lagi,” kata warga Ateh Ngarai, Yoga.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Petugas terpaksa turun ke dasar jurang, lalu membawa jenazah korban melalui jalan setapak yang terjal di bawah guyuran hujan gerimis.