“Namun ada sisi emosional yang juga hadir yaitu ketika orang tua memindahkan jambul toga anaknya,” kata dia.
Sementara Wakil Rektor I Unand Prof Mansyurdin mengatakam, kebijakan wisuda daring ini memang ada sejumlah mahasiswa yang tidak menyetujui karena wisuda konvesional dinilai lebih meriah dan bisa dihadiri banyak anggota keluarga.
“Tapi karena kondisi, diputuskan untuk daring dan bagi mahasiswa yang tetap ingin melaksanakan wisuda konvensional silakan ketika situasi sudah normal di fakultas,” kata dia.
Untuk teknis wisuda online, ia menyampaikan akan diikuti oleh Rektor, senat dan dekan dan mahasiswa via online dari rumah masing-masing.
Ia mengakui pandemi ini membuat sejumlah kendala dalam proses perkuliahan karena semua dilakukan secara daring termasuk bimbingan skripsi hingga ujian komprehensif.
"Bimbingan langsung jauh lebih efektif dan suasananya berbeda ketimbang hanya daring," katanya.