Gelar diberikan biasanya berdasarkan ciri, sifat serta status si penerima gelar. Contoh gelarnya, yaitu Sutan, Tuah dan lainnya.
Minangkabau terkenal menganut sistem matrilineal, mengikuti garis keturunan ibu. Tidak jauh berbeda dengan hal tersebut, pemberian gelar yang bersifat turun-temurun juga berasal dari keturunan ibu, yaitu gelar dari paman (saudara kandung ibu).
Gala sako atau gelar pusaka ini merupakan gelar datuk, pangulu atau raja. Gala Sako juga digunakan sebagai identitas yang bersifat sakral dari kaum Minangkabau dan gala sako ini berbeda-beda tiap daerahnya.
Gala Sangsako merupakan gelar kehormatan diberikan kepada seseorang di luar kaum yang berjasa serta mengharumkan Minangkabau, agama, bangsa serta negara.
Gelar yang didapat tidak dapat diberikan secara turun-temurun sehingga jika penerima gala sangsako meninggal, gelarnya akan kembali kepada pemberi gelar.