Lirman menambahkan, dugaan sementara api berasal dari lantai dasar asrama.
"Api yang berkobar di lantai dasar membakar lantai dua asrama yang terbuat dari papan kayu sehingga api cepat membesar," katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar. Sementara dokumen-dokumen penting seperti ijazah, rapor serta pakaian para santri ludes terbakar.