Efek Covid-19, Angka Kehamilan di Kota Pariaman Naik 8 Persen

Antara
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: iNews.id/Donald Karouw)

"Untuk mengatasi peningkatan angka kehamilan tersebut pemerintah membuat program pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak secara nasional, dan untuk Kota Pariaman ditargetkan 178 akseptor," kata dia.

Umar mengatakan, program pelayanan tersebut dilakukan karena selama pandemi Covid-19 terjadi peningkatan kehamilan 17 persen secara nasional sehingga perlu ada upaya untuk menanganinya.

Jika terjadi peningkatan kehamilan maka akan berdampak pada ekonomi keluarga serta kondisi anak yang dilahirkan menjadi stunting.

"Stunting ini terjadi karena selama mengandung sang ibu kurang mendapatkan gizi akibat permasalahan ekonomi," katanya.

Ia mengatakan untuk mengatasi hal tersebut pihaknya juga telah mempersiapkan langkah dengan mendampingi ibu hamil melalui bidan desa, pemberian makanan tambahan, serta pendampingan setelah melahirkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Kota Pariaman Nazifah mengatakan untuk pelayanan KB tersebut pihaknya menggunakan empat puskesmas.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Alasan Hakim Vonis Mati Pembunuh dan Pemutilasi 3 Mahasiswi di Pariaman

57 tahun lalu

Miris! Siswi SMP di Jombang Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkan

57 tahun lalu

Gunung Marapi Meletus Siang Ini, Kolom Abu Tertutup Kabut Kebal

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,5 Guncang Dharmasraya Sumbar

57 tahun lalu

Tragis! Lansia Hilang Sepekan di Agam Ditemukan di Dasar Ngarai Sedalam 60 Meter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal