Di tengah bundaran, beberapa warga berdiri dengan posisi tegak sempurna. Ada yang membawa bendera Merah Putih dan mengibarkannya. Petugas pemadam kebakaran pun berdiri tegap dengan posisi sempurna.
Begitu lagu Indonesia Raya berhenti diputar, aktifitas kembali normal. Traffic light kembali menyala hijau. Kendaraan bergerak.
"Seumur hidup, baru kali ini saya melihat momen seperti ini. Hal ini harus dipertahankan agar rasa nasionalisme tertanam di jiwa anak muda kita," kata warga Padang lainnya, Hendra.
Pemerintah Kota (Pemkot) Padang memang mengimbau warganya untuk memperingati detik-detik Proklamasi dengan menghentikan segala aktifitas selama tiga menit. Selama tiga menit itu warga diimbau untuk berdiri sempurna dan mendengarkan lagu kebangsaan. Lagu kebangsaan tidak saja diputar di persimpangan jalan. Tetapi juga di rumah ibadah, sekolah, serta perkantoran.
"Ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kita atas perjuangan para pahlawan melawan penjajah," kata Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah.