"Termasuk untuk membantu warga yang terdampak ekonominya karena Covid-19, seperti bantuan pangan atau sejenisnya. Yang penting sudah disepakati dengan Badan Pemusyawaratan Desa dan telah dialihkan menjadi belanja tidak terduga di APB nagari," kata dia.
Untuk pencairan tahap satu pada April, masih ada sekitar 14 nagari lagi dari 74 nagari di Kabupaten Solok yang belum mencairkan. Hal ini disebabkan wabah Corona sehingga ada proses perlu menghadirkan banyak orang yang tidak bisa dilaksanakan.
"Sehingga prosesnya di tingkat desa menjadi lambat," katanya.
Pihaknya berharap wabah Covid-19 ini segera berlalu, sehingga proses rapat dan kegiatan nagari lainnya dapat dilaksanakan dan mempermudah pencairan dana desa untuk pembangunan masyarakat.