Bareskrim Selidiki Dugaan Illegal Logging Penyebab Banyaknya Kayu Terbawa Banjir di Sumatera

Donald Karouw
Kayu gelondongan terbawa arus banjir diselidiki sebagai dugaan illegal logging yang menjadi penyebab banjir di Sumut, Sumbar maupun Aceh. (Foto: Humas Polri)

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, menjelaskan bahwa material kayu yang terbawa banjir dapat berasal dari beragam sumber.

Mulai dari pohon lapuk, pohon tumbang, bawaan sungai, bekas penebangan legal, penyalahgunaan Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) hingga pembalakan liar. Kemungkinan adanya praktik ilegal tetap menjadi bagian dari penyelidikan.

Dwi menegaskan pernyataannya sebelumnya tidak dimaksudkan untuk menafikan potensi kejahatan kehutanan.

"Terkait pemberitaan yang berkembang, saya perlu menegaskan bahwa penjelasan kami tidak pernah dimaksudkan untuk menafikan kemungkinan adanya praktik ilegal di balik kayu-kayu yang terbawa banjir, melainkan untuk memperjelas sumber-sumber kayu yang sedang kami telusuri dan memastikan setiap unsur illegal logging tetap diproses sesuai ketentuan," ucapnya.

Dia menambahkan bahwa proses investigasi terus dilakukan untuk memberikan kepastian mengenai dugaan illegal logging penyebab banjir Sumatera. Jika ditemukan unsur kejahatan kehutanan, proses hukum akan ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Uji Nyali Menteri Kehutanan: Lawan Mafia Kayu atau Membiarkan Hutan Makin Rusak?

57 tahun lalu

Kemenhut Respons Bupati Tapsel soal Izin Penebangan Kayu: Tak Ada Akses SIPUHH sejak Juni

57 tahun lalu

Heboh Kayu Gelondongan Terseret Banjir Dikaitkan Illegal Logging, Kini Diselidiki Bareskrim

57 tahun lalu

Penjelasan Kemenhut terkait Izin Penebangan Kayu di Tapanuli Selatan

57 tahun lalu

Kemenhut: Tak Ada Izin Penebangan Kayu di Tapsel sejak Juli 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal