Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan bahwa pemakaman dilakukan dengan tetap memperhatikan prosedur identifikasi korban bersama tim DVI Polri.
“Hari ini kita telah memakamkan saudara kita korban yang terakhir dari yang teridentifikasi dari rumah sakit bersama DVI Polri. Kita terima kasih kepada pak Kapolda dan jajaran. Artinya semua identifikasinya sudah ada, tinggal kita menunggu lagi, disesuaikan dengan keluarga-keluarganya nanti yang datang. Jadi tidak ada kehilangan jejak. Semua bisa kita telusuri,” kata Benni Warlis.
Dia menambahkan, Kabupaten Agam telah memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan pascabencana.
“Kita mulai dari tanggal 6 kemarin sudah masuk masa transisi, pemulihan. Cuaca juga sudah membaik kita menyaksikan puing-puing yang ada, lalu masuk pada rehab rekon. Kita bereskan yang tersisa, pembuatan jembatan, perbaikan jalan, infrastruktur,” ujarnya.
Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Agam menyiapkan peti mati, papan bunga, serta papan tanda pengenal dengan label khusus untuk enam potongan tubuh korban banjir bandang Agam yang dimakamkan.