Ayah korban, Pasiman mengatakan, saat kejadian, putrinya sempat menelepon. Dia mengaku ketakutan karena ada warga dan polisi yang mengejar-ngejarnya di jalan. Namun, keluarga tidak mengetahui kejadian selanjutnya karena korban tidak lagi menghubungi.
Pasiman hanya bisa menangis di samping jenazah anaknya yang tewas kecelakaan usai mobilnya menabrak rumah warga di kawasan Muarojambi karena panik dikejar dan diteriaki maling. Sebagai orang tua, dia meminta polisi mengusut tuntas kejadian tersebut, terutama orang-orang yang meneriaki anaknya maling mobil.
"Saya minta pihak berwajib mengusut tuntas dari adanya orang yang meneriaki maling hingga yang membuat anak saya celaka dan mengalami kecelakaan," ujarnya, Minggu (31/3/2024).