Roza menegaskan kehadiran pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap para korban.
“Walau identitas para korban belum diketahui, mereka tetap berhak mendapatkan penghormatan terakhir yang layak. Ini tugas kemanusiaan yang tidak boleh ditunda,” ujarnya dikutip dari iNews Padang, Kamis (11/12/2025).
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar dan Polda Sumbar atas dukungan selama proses pemakaman. Menurutnya, kolaborasi ini sangat membantu terutama karena sebagian besar korban berasal dari Agam.
Setelah seluruh jenazah dishalatkan, peti-peti diantar menuju lokasi pemakaman secara beriringan. Para petugas memakamkan mereka berdampingan sebagai simbol penghormatan terakhir. Suasana haru menyelimuti prosesi ketika tanah terakhir ditaburkan pada masing-masing liang lahat.
Pemakaman 24 jenazah korban bencana hidrometeorologi ini menjadi penutup rangkaian penanganan korban yang belum teridentifikasi. Prosesi penuh hormat tersebut menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian bagi mereka yang belum sempat dikenali keluarganya.