“Dalam menjalankan Al Quran, kita patut meneladani pribadi Nabi Muhammad SAW. Kepribadian dengan kemuliaan akhlak yang bersumber dari Al Quran, menebarkan kasih sayang dan menjauhkan diri dari perkataan serta perbuatan yang menyakiti sesama,” kata Maurits.
Dia mengingatkan pelaksanaan MTQ jangan terjebak pada kegiatan seremonial, akan tetapi peserta harus dapat berlomba menunjukkan kualitas yang terbaik.
Bukan hanya dalam arena MTQ, lanjut dia, tetapi juga berlomba dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi yang terbaik, akhlak dan amalnya.
Pelaksanaan MTQ, katanya, sejatinya dapat meningkatkan jejak-jejak peradaban yang ditandai dengan berubahnya pola pikir, kebiasaan dan karakter yakni dari pemikiran yang sempit kepada pemikiran yang terbuka dan maju.
Ia berharap, makna dan tujuan MTQ dapat dipegang teguh sehingga Al Quran benar-benar diresapi, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam di Kota Bitung.