Pa Ade Robo sehari-harinya bekerja sebagai petani dan pernah menjadi Ketua Pembangunan Masjid An Nur di Desa Arakan, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sampai dengan Tahun 2005.
"Masa jabatan terakhir 2005, bapak karena sudah berumur sudah mengundurkan diri," ucap Iswati.
Dia berharap semoga apa yang dilakukan bapaknya bermanfaat, dan tidak ada lagi yang namanya perbedaan. "Karena kita semua bersaudara," katanya.
Diketahui, kisah Pa Ade Robo menghibahkan tanahnya itu menjadi viral setelah dibagikan oleh Pendeta Welly Pudihang di akun sosial media facebook miliknya.
"Nama lengkapnya adalah Robo Lahma. Di desa Arakan dan desa Rap-Rap lebih familiar dikenal dengan nama Pa Ade Robo. Dari bahasa tubuhnya terpancar kerendahan hati. Sepenggal kalimat yang ia sampaikan sangat menyentuh hati saya.