Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan dalam mengembangkan kawasan industri, akan ada perbedaan antara industri wilayah Barat dan Timur Indonesia.
"Sehingga harus ada perbedaan intervensi dan kebijakan, agar supaya penumbuhan ekonomi di kawasan Timur bisa terwujud. Salah satu pendekatan yang bisa dikedepankan dengan kawasan ekonomi khusus perdesaan," tambahnya.
Sebelumnya, Pre Regional Meeting yang berlangsung di Hotem Damhil pada Jumat (5/3) menghasilkan dua kesepakatan.
Kesepakatan pertama adalah perlunya pembentukan Konsorsium Pengembangan Kawasan Teluk Tomini, yang didahului dengan komitmen antar kepala daerah di kawasan tersebut.
Kesepakatan kedua adalah perlunya dilakukan pemetaan potensi, permasalahan, dan agenda perbaikan pembangunan kawasan Teluk Tomini.
Pertemuan tersebut melibatkan Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pariwisata, Perikanan dan Kelautan, dan Pertanian, perwakilan desa-desa, dan perwakilan pendamping desa di provinsi se-Teluk Tomini.
Juga dihadiri Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi PDTT, Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri RI, dan Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.