Menurut Didik, data BKPM menunjukkan realisasi investasi dari Singapura untuk kuartal kedua 2020 di Sulut 22,1 juta dolar Amerika Serikat dari 54 proyek. Jumlah ini naik 122 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sejumlah 10 juta dolar AS dari 47 proyek. Kuartal kedua 2020 didominasi oleh investasi di sektor pertambangan.
Dalam webinar ini Gubernur BI Perry Warjiyo mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas makro dan keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Sementara Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen BKPM untuk memfasilitasi para investor yang akan melakukan investasi di Indonesia, mulai dari perizinan, pemberian insentif dan jaminan kemudahan investasi.
Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw menegaskan, Sulut siap mendukung realisasi investasi. Provinsi ini memiliki berbagai keunggulan kompetitif, di antaranya berbagai komoditas ekspor yaitu pala, cengkeh, kelapa, holtikultura dan pertambangan.
“Selain itu Sulut juga memiliki keunggulan jarak pelabuhan yang strategis untuk mencapai pelabuhan kota kota besar dunia, yaitu Los Angeles,Tokyo, Busan, Shanghai dan Hong Kong,” kata dia.
Seminar yang diikuti oleh lebih dari 100 calon investor ini kemudian dilanjutkan dengan sesi one on one meeting yang bertujuan agar para investor yang memiliki minat terhadap proyek-proyek yang telah dikurasi mendapatkan informasi secara lebih mendetail melalui diskusi dengan para pemilik proyek.