Ini terjadi akibat permukiman yang ada dibawah jalan, juga tidak memiliki saluran air memadai sehingga air sulit mengalir bahkan minimal dalam waktu lima bulan baru akan kering.
Kondisi ini perlu diperhatikan dan secepatnya ditindaklanjuti agar warga tidak menderita berkepanjangan. Pemerintah daerah kata Roni, wajib menganggarkan anggaran untuk peningkatan infrastruktur yang diperlukan.
Sementara itu, warga setempat, Katrina (65) mengatakan menjadi warga terdampak banjir di wilayah itu. Dia harus kehilangan material pasir untuk merenovasi rumah, juga hasil pertaniannya ikut rusak.
Katrina berharap pemerintah daerah membangun sistem drainase yang baik untuk mencegah banjir.