Salah satu PSK PP (24) saat ditangkap mengaku, biasanya melayani antara empat sampai lima orang setiap hari dan penghasilannya sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta,
"Kalau weekend atau hari libur bisa lebih dari itu," katanya.
PP juga mengaku sudah beberapa kali terjaring operasi polisi. Namun tekanan hidup dan faktor ekonomi yang membuatnya terjun di dunia haram tersebut.
"Saya stress karena ada masalah dengan orang tua, selain itu tuntutan ekonomi dan pergaulan, membuatnya menjalani pekerjaan ini," katanya.
Pengguna jasa PSK cukup menghubungi muncikari dengan aplikasi MiChat. Dari prositusi online, Polresta mengamankan sembilan muncikari yakni RS (20), AA (21), NM (29), RK (21), NT (20), KM (19), BS (21), RH (19), MJ (16).
Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, handphone yang digunakan muncikari menawarkan perempuan ke kliennya dan 10 kaleng lem.