“Selain itu biaya logistik lebih murah dan komoditas yang diangkut terjaga kualitas kesegarannya,” ujarnya.
Ekspor langsung ke Jepang pertama kali diluncurkan sejak 23 september 2019. Rutin dilakukan setiap pekan. Sejak pertama kali diluncurkan sampai dengan 16 Juni 2021 tercatat volume sebesar 599,7 ton dengan devisa yang diperoleh mencapai USD 5.155.536,65.
Komoditas yang diangkut berupa ikan tuna dan rempah-rempah yang berasal dari beberapa daerah diantaranya Jakarta, Gorontalo, Maluku dan Makassar.
Terealisasinya direct call ekspor ini merupakan keberhasilan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai instansi antara lain Pemerintah Daerah Sulut, instansi vertikal di daerah, BUMN, asosiasi dan para pengusaha eksportir.
“Dengan adanya direct call ekspor udara Manado-Jepang ini diharapkan dapat mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujar Anshar.