Sejumlah Obat dari Pedagang Besar Farmasi di Gorontalo Ditarik dari Peredaran

Antara
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman. (Foto: Antara/HO-Dinkes Gorontalo)

Selain itu, Tim Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo memberikan pembinaan agar PBF secara proaktif melakukan penarikan dengan melakukan penjemputan di outlet mitra PBF yakni apotek dan toko obat.

“Kami berharap hal ini diseriusi oleh PBF mengingat obat yang tidak aman ini adalah obat yang biasa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta dinas kesehatan di kabupaten dan kota dapat berkolaborasi dengan lintas sektor, dalam melakukan pemantauan di apotek dan toko obat untuk memastikan obat tersebut tidak lagi dipajang dan dijual kepada masyarakat.

Obat yang ditarik oleh PBF karena diduga menjadi penyebab gangguan ginjal akut adalah unibeby cough syrup dan unibeby demam drop.

“Sedangkan untuk termorex sudah dipastikan oleh PBF bersangkutan, bahwa kode batch yang dinyatakan tidak aman itu tidak disalurkan di Provinsi Gorontalo,” katanya.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sidak Pasar Curug, BPOM Tangerang Temukan 3 Bahan Makanan Mengandung Formalin

57 tahun lalu

Penggeledahan Kantor Dinkes Ponorogo Berlangsung 8 Jam, Sejumlah Dokumen Disita

57 tahun lalu

Perketat Pengawasan Takjil, Pemkot Madiun Lindungi Warga dari Makanan Berbahaya

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Komisi IV DPRD Badung Dorong Pembangunan Puskesmas Desa di Badung Selatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal