"Sebelumnya kondisi masjid ini agak kecil ukurannya, dan rangka nya pun masih terbuat dari kayu, tidak ada tulang besinya, jadi masyarakat menginginkan mesjid baru istilahnya, mau tidak mau kita bikin baru saja," ucapnya.
Untuk dana pembangunan, jemaah mulai memberikan sumbangan dan dia pun menyisihkan gaji untuk membeli semen dan besi.
Selain itu, masyarakat sekitar pun mengumpulkan hasil panen dari kebun mereka, seperti pisang, kelapa, singkong dan ubi untuk dijual dan uang hasil penjualan untuk pembangunan masjid.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat desa setempat Anton Labdul mengatakan kondisi masjid sudah tua dan rusak sehingga harus direnovasi.
"Pak Babinsa ini aktif dalam kegiatan masjid dan jemaah memilih beliau sebagai ketua pembangunan masjid," ucapnya.
Masjid tersebut kata Anton, digunakan untuk ibadah jemaah dari Desa Kaliyoso, Ayuhula dan Pilolalenga.