Sementara itu, salah satu eksportir Flory Sumerah berterima kasih atas terobosan direct call ekspor tersebut. Apalagi terobosan ini dilakukan di tengah pandemi sehingga membuka peluang bagi eksportir seperti dirinya untuk tetap bertahan dan bahkan mendapatkan peluang baru dari kegiatan ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw karena sudah menciptakan iklim berbisnis yang sangat baik sehingga peluang usaha terbuka dan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat,” kata Flory yang dikenal pemilik usaha CV Rengas Jaya.
Harapan sama datang dari Raifel Wowiling, petani nila di Kawiley, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara. Sebagai petani nila, dia merasa senang karena ada harapan di tengah situasi pandemi ini.
"Selama pandemi ini kami dilema karena ikan nila harus diberi makan terus namun sulit dipasarkan, harganya juga murah. Dengan adanya peluang ekspor ini, kami tentu sangat berterima kasih ke Bapak Gubernur Olly yang sudah mendengar jeritan hati kami,” tutur Raifel.