Menurutnya ada 12 langkah yang sudah dilakukan di antaranya menganggarkan belanja wajib perlindungan sosial sebesar Rp5,3 miliar atau 2,21 persen dari total APBD 2022.
Cara lainnya adalah mencanangkan Gerakan Masyarakat Menanam Cabai (Germas BATARI) 35.000 bibit yang diikuti kabupaten/kota, serta pelaksanaan pasar murah di 30 titik sepanjang tahun 2022.
"Kami juga menggelar bazar pangan murah sebanyak 44 kali baik melalui APBD maupun APBN. Kemudian, menyalurkan Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) untuk 45.000 Keluarga Penerima Manfaat, serta menggelar kerja sama antara daerah dengan provinsi tetangga termasuk menggelar high level meeting dengan stakeholder secara berkala," kata Hamka.
Pemprov Gorontalo juga telah menerapkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) pada 13 Agustus 2022, atau tiga hari setelah GNPIP diluncurkan secara nasional tanggal 10 Agustus 2022 di Malang, Jawa Timur.
Pada bulan Juli 2022, Penjabat Gubernur mengeluarkan surat edaran kepada bupati dan wali kota untuk pelaksanaan urban farming.