Dalam beberapa bulan terakhir, hampir setiap hari Kim atau media pemerintah mengecam pengaruh anti-sosialis dan nonsosialis yang menyebar di negaranya, terutama film dan drama Korea Selatan serta video K-pop.
"Pemuda Korea Utara berpikir mereka tidak berutang apa pun kepada Kim Jong Un. Dia harus menegaskan kembali kontrol ideologisnya kepada kaum muda jika tidak ingin kehilangan fondasi untuk masa depan dinasti keluarganya di pemeruinahan," kata Jung Gwang Il, seorang pembelot Korut yang menyelundupkan berbagai barang K-pop dari Korsel, dikutip dari New York Times, Jumat (11/6/2021).
Keluarga Kim telah memerintah Korut selama tiga generasi. Pada setiap generasinya, kesetiaan kaum milenial terhadap negara sering diuji.
Propaganda pemerintah Korut menggambarkan Korsel sebagai neraka yang dipenuhi pengemis. Melalui drama yang diselundupkan dalam bentuk kaset dan CD, anak-anak muda Korut mengetahui orang-orang di negara tetangga mereka tidak makan karena diet, sementara mereka berjuang untuk mendapatkan makanan.
Produk hiburan Korsel juga diselundupkan dalam bentuk USB dari China, mencuri hati kalangan muda Korut yang menontonnya secara rahasia.