Pedagang di Gorontalo Kecewa Pasar Senggol Ditiadakan

Antara
Ilustrasi. Seorang calon pembeli melihat baju koko anak di toko busana muslim di Kota Gorontalo, Gorontalo.(Foto: Antara)

Ia mengaku hasil penjualan di Pasar Senggol biasanya digunakan sebagai modal usaha, selanjutnya dan untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.

Di pasar tersebut terdapat berbagai macam dagangan seperti pakaian, kue, sandal, perlatan rumah tangga, hingga sembako.

Sebelumnya Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ditiadakannya pelaksanaan Pasar Senggol merupakan kesepakatan bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota serta didukung oleh seluruh pihak terkait.

"Tentu saja langkah ini kami tempuh, karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Masih ada warga yang terpapar virus ini, sehingga pemerintah harus menekan penyebarannya," kata Rusli.

Selain Pasar Senggol, pemerintah juga meniadakan Festival Tumbilotohe atau malam pasang lampu dan membatasi waktu operasional toko dan pusat perbelanjaan.

“Ada pembatasan jam malam  di pusat perbelanjaan seperti mal, toko, dan distro-distro dibatasi hanya sampai pukul 21.00 Wita," ucapnya.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Didemo soal Penertiban, Bupati Sikka Lari Dikejar Pedagang Pasar Alok Maumere

57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Pedagang Bersyukur Pasar di Aceh Tamiang Bergeliat usai Banjir: Ekonomi Kembali Bergerak

57 tahun lalu

Pedagang Kembang Api Tewas Ditabrak Mobil di Palangka Raya, Pengemudi Diduga Mabuk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal