Para pengurus masjid kemudian bersepakat untuk melaksanakan walima di Masjid Walima Emas, yang jaraknya 1 kilometer dari permukiman warga.
“Sudah seharusnya semua masjid merayakan walima, tahun ini pertama kalinya kami lakukan di masjid walima,” katanya.
Keinginan untuk menggelar kegiatan ini secara rutin juga diungkapkan oleh guru SMK Pariwisata Bubohu Bongo, Delmi Nggilu, agar siswanya bisa terus terlibat dalam melestarikan tradisi Gorontalo itu.
Menurutnya SMK tersebut didirikan agar dapat menjadi penyedia SDM yang handal, dalam memajukan dunia pariwisata Gorontalo.
Perayaan walima di masjid itu berbeda dengan perayaan di masjid lainnya, karena prosesi parade tolangga harus melewati punggung bukit.