MANADO, iNews.id - Dokter spesialis penyakit dalam Herry Nursetiyanto mengatakan penyandang diabetes tetap harus pastikan gula darah berada di batas aman jika ingin tetap berpuasa. Penderita diabetes bisa menyesuaikan waktu minum kuat jika pada kondisi ringan.
"Yang penting puasanya aman dengan gula darahnya enggak kurang dari 100 atau tidak lebih dari 250 itu aman, diharapkan range-nya 150-250 itu masih bisa diterima, kalau terlalu rendah atau terlalu tinggi bahaya," ucapnya dalam diskusi daring di Jakarta, Sabtu (26/3/2023).
Syarat untuk menjalankan puasa bagi penyandang diabetes, kata Herry, juga bergantung pada tingkatan kondisi penyakit diabetes itu sendiri. Jika pada kondisi ringan, bisa disesuaikan waktu meminum obatnya pada saat berbuka atau sahur dan menerapkan pola diet sehat.
Namun jika kondisinya sedang hingga berat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar bisa diberikan saran terbaik dari sisi medis.
"Kalau yang diabetes berat dan risiko tinggi biasanya kita secara medis tidak menyarankan untuk puasa, kalo yg risiko tinggi dipaksakan puasa yg terjadi adalah risikonya lebih berat dari manfaatnya" ucap Herry.