Nilai Mata Uang Asia Jatuh, Rupiah Anjlok di Rp15.008 per Dolar AS

Dinar Fitra Maghiszha
Mayoritas mata uang Asia berguguran, rupiah tembus Rp15.008 per dolar AS. (Foto: dok iNews)

"Angka inflasi AS sangat tinggi. Ini lebih tinggi dari yang diharapkan dan menunjukkan bahwa inflasi berjalan cepat tak terkendali," kata Kepala Investasi Independent Advisor Alliance, Chris Zaccarelli, dilansir Reuters, Kamis (14/7/2022).

Bank sentral AS alias Federal Reserve juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih tinggi dari bank sentral lainnya, termasuk Bank Sentral Eropa.

Pasar meningkatkan ekspektasi mereka bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin pada pertemuan 26-27 Juli 2022. Sementara kenaikan setidaknya 75 basis poin terlihat hampir pasti.

Ekspektasi tersebut datang dari pernyataan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic pada Rabu waktu AS (13/7/2022), yang mengatakan kenaikan inflasi Juni mengharuskan pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan peningkatan suku bunga sebesar 100 basis poin.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Massa BEM SI Segel Kantor BI Jateng

57 tahun lalu

Geger! Warga Cirebon Ditangkap usai Produksi Uang Palsu Rp12 Miliar di Rumah

57 tahun lalu

Kronologi Sopir Bank di Wonogiri Bawa Kabur Uang Rp10 Miliar, Manfaatkan Kesempatan Ini

57 tahun lalu

BI Siapkan Rp24,8 Triliun untuk Lebaran di Jateng-DIY, Penukaran Uang Mulai 7 Maret

57 tahun lalu

Horee! Naik Trans Semarang Cukup Bayar Rp1.000 Selama 100 Hari, Ini Syaratnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal