Museum Holocaust Yahudi di Sulawesi Utara, Keberadaannya Sempat Ramai Ditentang

Cahya Sumirat
Foto bersama usai acara peresmian Museum Holocaust Yahudi di Sulawesi Utara yang dibangun komunitas Yahudi di Tondano, Minahasa. (Foto: MPI/Subhan Sabu)

Sejauh ini, tidak ada penolakan dari masyarakat setempat, namun suara-suara keras justru muncul dari Jakarta, ketika sejumlah pimpinan Majelis Ulama Indonesia menolak keberadaannya.

Di hadapan pimpinan MUI Sulawesi Utara, Yakoov Baruch, menegaskan pendirian museum itu tidak didasari niat untuk mengampanyekan upaya normalisasi hubungan diplomasi Indonesia-Israel.

Keberadaan Museum Holocaust tidak mendapat bantuan pihak asing dalam bentuk uang atau apapun. "Itu murni dari hasil keringat kami," katanya.

"Kalau kita tidak memerangi rasialisme dan kebencian sejak dini, dan itu bisa terlambat, maka peristiwa seperti holokos akan menjadi pelajaran buat kita," tutur Rabi Yakoov Baruch.

Itulah sekilas tentang kehadiram Museum Holocaust Yahudi di Sulawesi Utara (Sulut) yang keberadaannya sempat ramai ditentang.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kata MUI soal Nikah Siri di KUHP Baru Bakal Dipidana: Bertentangan Hukum Islam

57 tahun lalu

MUI Serukan Salat Gaib Korban Banjir: 174 Meninggal, 79 Hilang di Aceh–Sumut–Sumbar

57 tahun lalu

Vasektomi Haram, MUI Jabar: Tidak Syar'i jika untuk Syarat Penerima Bansos

57 tahun lalu

MUI Nyatakan Vasektomi Haram, Polemik Gagasan Dedi Mulyadi terkait Syarat Bansos

57 tahun lalu

Ceramah Viral Abuya Mama Ghufron, MUI Malang: Hasil Kaji Ada 10 Poin Penyimpangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal