Mengenal Masjid Agung Al-Falah Kiai Mojo dan Awal Mula Kampung Jawa Tondano di Minahasa

Subhan Sabu
Masjid Agung Al-Falah yang dibangun Kiai Mojo bersama pengikutnya di Kampung Jawa Tondano (Jaton) Minahasa. (Foto: MPI/ Subhan Sabu)

Bangunan Masjid Agung Al-Falah Kiai Mojo dulunya masih berbentuk musala sederhana dengan dinding terbuat dari bambu dan beratap rumbia. Kini bangunan masjid telah berganti menjadi dinding beton serta mengalami beberapa kali pemugaran.

Yang pertama dilakukan pada 1864, dipimpin Raden Syarif Abdullah bin Umar Assegaf yang dibuang Belanda ke Kampung Jaton bersama rombongannya pada tahun 1860. 

Selanjutnya Masjid Agung Al-Falah Kiai Mojo mengalami beberapa kali pemugaran yang membuat penampilan masjid menjadi elok. Bukan hanya penampilan luarnya namun juga bagian dalam. Masjid Agung Al-Falah Kiai Mojo bergaya Joglo dengan atap limasan tumpang menyerupai bentuk bangunan Masjid Agung Demak di Jawa Tengah. 

Meski telah mengalami beberapa kali pemugaran, namun ada beberapa bagian dalam Masjid yang masih asli. Seperti empat sokoguru atau tiang penyangga setinggi 18 meter yang masih asli, dinding sebelah barat, mimbar, bedug dan kentongan. Selain itu masih ada juga barang-barang peninggalan lainnya yang tersimpan di gudang.

"Mimbar ini masih asli peninggalan Kiai Mojo dan pengikutnya. Terbuat dari kayu berukir halus bertuliskan ayat-ayat Alquran. Di bagian depan ada ukiran kaligrafi  rukun Iman dan rukun Islam, di bagian samping ada ukiran ayat Alquran pahatan ukiran kaligrafi. Ini dibuat Mbah Koesasie, pengikut dari Kiai Mojo," kata Sekretaris Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Minahasa tersebut.

Bagian dalam atap Masjid Agung Al-Falah Kiai Mojo sepenuhnya terbuat dari kayu yang ditata dengan rapi dan sangat artistik. Ukiran halus bercita rasa tinggi ditoreh di kayu bersilang lengkung yang berada di bagian pusat juga masih asli peninggalan dari bangunan lama. 

Masjid Agung Al-Falah Kiai Mojo berdiri dengan anggun di perkampungan Jawa Tondano yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Mereka hidup tentram dan damai di tengah permukiman masyarakat Minahasa di sekitarnya yang mayoritas beragama Kristen.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Bumi Hari Ini Magnitudo 5,0 Guncang Melonguane Sulut

57 tahun lalu

Daftar Wilayah yang Rasakan Gempa Bitung Magnitudo 5,8, Manado sampai Ternate

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,9 Guncang Ratahan Minahasa Tenggara

57 tahun lalu

Gempa Bumi Besar Guncang Melonguane Sulut, Berkekuatan Magnitudo 6,1

57 tahun lalu

Nekat Mencuri di Kantor Pemkab Minahasa Utara, Residivis Ini Ditangkap Polisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal