Aliran bola cepat dari kaki ke kaki dengan pergerakan pemain yang terstruktur efektif memecah konsentrasi pemain lawan dalam melakukan marking, cara main inilah yang kemudian sukses mengantarkan Barca-nya Guardiola merengkuh 14 gelar juara baik domestik maupun internasional.
Setelah Guardiola hengkang pada pertengahan 2012, sentuhan tiki-taka di Barca mulai pudar seiring bergabungnya beberapa pelatih antara lain Tito Vilanova, Luis Enrique, dan Ernesto Valverde.
Kehadiran Quique Setien sebagai pelatih baru pada Januari lalu dinilai banyak orang bisa mengembalikan ciri khas permainan Barca, tiki-taka. Dari tiga pertandingan terakhir bersama mantan pelatih Real Betis itu Barca mencatatkan rataan penguasaan bola lebih dari 88 persen, dengan jumlah operan per laga mencapai lebih dari 250 passing.
Dalam wawancara dengan Sports, Setien mengaku dirinya terinspirasi oleh sosok Johan Cruyff, termasuk dalam urusan taktik permainan.
“Sampai saya melihat Barcelona era Cruyff, saya tidak terlalu memikirkan taktik. Saya hanya masuk ke lapangan dan bermain,” kata Setien kepada Sport.