Mahasiswa UNG Manfaatkan Daun Kelor Cegah Stunting, Diolah Jadi Beragam Makanan

Antara
Bolu olahan dari daun kelor. (Foto: Antara/HO-UNG)

Selain itu daun ini memiliki kandungan potasium yang tiga kali lebih banyak dari pisang, serta kandungan vitamin A empat kali lebih banyak dari wortel sehingga sangat penting untuk dikonsumsi balita dalam memenuhi kebutuhan vitamin untuk mencegah stunting.

Trisha dan teman-temannya membagikan bolu kukus kelor kepada anak-anak di desa itu.

“Saat membagikan kuenya, kami juga memberikan informasi kandungan gizi dan manfaat kelor dalam mencegah stunting melalui selebaran,” ujarnya.

Menurutnya daun kelor biasanya tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ataupun dimasak menjadi sayur bening, namun juga sebagai bahan untuk membuat camilan sehat.

Pihaknya ingin mendorong masyarakat memanfaatkan tanaman-tanaman di sekitar, yang dapat menjadi sumber gizi bagi keluarga.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bangkalan Fokus Perbaikan Gizi Anak, Muhammad Mosleh: Peran Komunitas Jadi Kunci Tekan Stunting 

57 tahun lalu

Cegah Stunting, Wamendagri Ingatkan Pemda soal Anggaran Tak Efisien

57 tahun lalu

Digitalisasi UMKM, MNC University dan Tim Ekraf KKN Tematik Bantu Perajin Bikin Video Promosi

57 tahun lalu

Kisah Pilu Bocah di Lebak Stunting Berat karena Keterbatasan Ekonomi, Kondisinya Mengenaskan

57 tahun lalu

Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah Mahasiswa KKN UGM di Rumah Duka Sumbawa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal