Konflik Rusia-Ukraina Tidak Pengaruhi Ekspor Sulut, Permintaan Tepung Kelapa Masih Tinggi

Abdul Jalal
Antara
Ilustrasi kegiatan ekspor Sulut di Bandara Sam Ratulangi Manado (Foto: Istimewa)

"Sedangkan tepung kelapa yang diekspor ke Ukraina sebanyak 78 ton dengan nilai devisa sebesar 154.220 dolar AS," kata Darwin.

Darwin menjelaskan jika dibandingkan dengan Rusia, permintaan tepung kelapa dari Ukraina masih kecil.

"Kita bersyukur kinerja ekspor Sulut tetap tinggi meskipun ada konflik maupun krisis, karena yang kita jual produk pangan yang menjadi kebutuhan masyarakat luas," ujarnya.

Dia berharap konflik Rusia-Ukraina cepat berakhir. Diketahui pada 24 Februari 2022, Rusia melancarkan invasi berskala besar ke Ukraina salah satu negara tetangganya di sebelah barat daya.

Invasi ini menandakan peristiwa penting dalam perang Rusia-Ukraina yang dimulai tahun 2014. Beberapa pejabat dan analis menyebut invasi tersebut sebagai serangan militer konvensional terbesar di Eropa sejak perang dunia II.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terkuak! WNA Ukraina Dibunuh 7 Orang di Bali, 6 Tersangka Buron ke Luar Negeri

57 tahun lalu

20 Jam Terapung di Laut, Turis Rusia Hilang Saat Surfing di Nusa Dua Ditemukan Nelayan

57 tahun lalu

Sosok Mayor Laut Firman Cahyadi Komandan KRI Sutanto-377, Lulusan Terbaik Seskoal Rusia

57 tahun lalu

Membongkar Sepak Terjang Geng Rusia di Bali, Selengkapnya di Morning News

57 tahun lalu

Weekend Story: Geng Rusia Beraksi di Bali, Jaringan Mafia Internasional ?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal