Rusli meyakinkan kepada masyarakat bahwa vaksin yang disuntikkan adalah sama dengan vaksin yang akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan selama satu bulan ke depan. Mereka menjadi prioritas untuk vaksinasi tahap I.
“Sama vaksinnya, tidak dibeda-bedakan. Ada masyarakat yang bertanya, jangan-jangan sama dengan obat ada yang generik ada yang paten. Yang disuntikkan ke saya kualitas bagus yang masyarakat tidak. Saya katakan semuanya sama,” ujarnya.
Di tempat yang sama Kadis Kesehatan dr. Yana Yanti Suleman menjelaskan kejadian ikutan pasca-vaksinasi untuk setiap orang bisa berbeda-beda tergantung respon tubuh masing-masing. Menurutnya hal itu adalah wajar dan akan ditangani oleh tenaga medis.
“Ketika kita mendapatkan sesuatu yang tidak dari tubuh kita, maka akan ada reaksi bergantung imun kita. Jadi sebetulnya sama misalnya dengan vaksin meningitis untuk jamaah umroh. Sama juga dengan vaksin untuk anak-anak. Ada yang panas, ada yang adem saja dan seterusnya,” ujar Yana.
Proses vaksinasi untuk Gubernur Rusli dan forkopimda akan berlangsung selama dua kali. 14 hari ke depan semua penerima vaksin hari ini akan divaksin kali kedua untuk menambah imunitas tubuh dari kemungkinan terpapar Covid-19. Hal serupa juga akan dilakukan kepada masyarakat umum.