Jembatan Ambruk akibat Banjir, Warga di Bolmong Pakai Rakit untuk Menyeberang

Koran SINDO
Rakit yang dimanfaatkan warga Desa Kosio untuk menyeberangi sungai usao jembatan penghubung ambruk akibat banjir. (Foto: Istimewa)

“Bervariasi jasanya. Jika penyeberangan hanya orang saja, dikenakan biaya Rp5.000. Namun jika yang diseberangi sepeda motor, tarifnya Rp25.000,” katanya.

Akan tetapi, tarif itu bukanlah kewajiban. Dia mengaku ada beberapa warga yang ingin menyeberang tapi dengan uang yang seadanya saja.

Sementara itu, Kepala Desa atau Sangadi Desa Kosio Remi Dolot mengaku tidak ingin masuk ke ranah aktivitas warga membuka penyeberangan di sungai dengan jasa rakit bambu. Menurutnya, itu merupakan aksi spontanitas warga.

“Artinya dengan itu, warga mendapat penghasilan, mendapat pencaharian dari situ, sekaligus membantu warga. Artinya, kami mengimbau dalam aktivitas tersebut ada yang menjadi penanggung jawabnya,” ujarnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

57 tahun lalu

Hujan Deras dan Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Pati Terendam Banjir

57 tahun lalu

Kondisi Terkini Banjir di Cirebon, Ribuan Rumah Masih Terendam

57 tahun lalu

Banjir Rendam Jalur Pantura Cirebon, Kemacetan hingga Lebih dari 4 Km

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal