Pada November lalu, Bank Dunia memperingatkan bahwa Irak dapat mengalami penurunan sumber daya air sebesar 20 persen pada 2050 karena perubahan iklim.
Pada awal April tahun ini, seorang pejabat pemerintah juga menyebut Irak bisa saja menghadapi “272 hari penuh debu” dalam setahun yang bakal terjadi dalam beberapa dekade mendatang.
Kementerian Lingkungan Hidup Irak menyatakan, fenomena cuaca semacam itu dapat diatasi dengan meningkatkan tutupan vegetasi dan membangun hutan yang bertindak sebagai penahan angin.