MANADO - iNews.id - Aktivis perempuan dan anak yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Sulut (GPS) lawan kekerasan terhadap perempuan dan anak mendesak James Arthur Kojongian (JAK) mundur. GPS menilai apa yang terjadi tidak hanya menyakiti perasaan perempuan, tapi juga memalukan.
Menurut Ketua Yayasan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (YAPPA) Sulut, Joice Worotikan, Ketua LPA Sulut Jull Takaliuang, Swara Parangpuan Sulut, Vivi George, Ketua PERUATI Suluttenggo – Ruth Ketsia dan Ketua Terung Lumimuut Sulut Marhaeni Mawuntu, James pantas mundur.
"GPS berpendapat peristiwa terserbut sangat memalukan dan mencoreng citra lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Sulut. Aplagi ini terjadi di ranah publik dan melibatkan James Arthur Kojongian (JAK) sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut.," kata Joice, Senin (1/2/2021).
Untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak, maka GPS yang terdiri atas lembaga-lembaga yang concern terhadap isu perempuan dan anak, serta organisasi-organisasi berbasis agama, dan komunitas-komunitas pendukung lainnya menuntut agar James Arthur Kojongian segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut
Berikut pernyataan lengkap GPS:
1.Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara untuk segera mengambil langkah tegas dengan memberhentikan James Arthur Kojongian (JAK) dari jabatannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara.