Dengan cara itu, maka Indonesia akan bisa bangkit. Indonesia akan mampu membuktikan diri sebagai bangsa yang kuat dalam menghadapi berbagai ujian, termasuk wabah global seperti tengah dihadapi saat ini.
"Ansor sebagai bagian anak bangsa terpanggil untuk mewujudkan keyakinan itu seperti dengan menggelar berbagai aksi sosial dan kemanusiaan selama ini," ucapnya.
Gus Yaqut mengatakan, aksi-aksi nyata Ansor membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 dilakukan dengan pembentukan gugus tugas di semua tingkatan dari pusat hingga ranting. Gugus tugas ini bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membagikan jutaan masker, alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis, serta mendistribusikan ratusan ribu bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat dan pondok pesantren.
Selain itu, untuk membantu kesulitan siswa sekolah dalam mengakses pembelajaran jarak jauh (PJJ), kader Ansor secara mandiri menyediakan lebih dari 3.000 titik WiFi gratis di berbagai penjuru Nusantara. Ansor juga memberikan berbagai keterampilan secara online bagi pemuda dan masyarakat lainnya agar bisa menekan angka pengangguran.
"Aksi-aksi sosial itu akan terus dilakukan para kader Ansor di seluruh Indonesia dengan menggandeng pemerintah dan berbagai pihak. Dengan kolaborasi aktif tersebut, maka semua elemen bangsa akhirnya akan memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama menghadapi musibah ini," katanya.
Selain penataan organisasi, program-program aksi sosial juga akan menjadi bagian dalam pembahasan Konbes XXIII yang bertema "Ansor Satu Barisan: Menuju Kemandirian Organisasi" tersebut.
Gus Yaqut menjelaskan, konbes merupakan agenda besar organisasi yang digelar secara nasional. Tujuannya antara lain menghasilkan rumusan atau mitigasi dalam merespons perkembangan terkini.