Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk fokus dan memanfaatkan peluang pasar yang ada.
“Kerja sama ini perlu ditingkatkan lagi di sektor lainnya seperti jagung. Sedangkan untuk komoditi telur, kita harus bikin peternakan telur ayam agar bisa kita mensuplai ke daerah lain. Paling tidak ini adalah target pasar yang besar untuk Pemerintah Gorontalo Utara,” ujar Hamka.
Senada dengan Penjabat Gubernur, Wali Kota Tarakan Khairul juga mengharapkan kerja sama antar dua daerah itu berjalan dengan baik.
“Dengan melihat potensi yang ada di Gorontalo dan juga yang ada di Tarakan mungkin kita bisa saling barter. Hari ini dimulai dengan sapi dan tadi kata pak kadis di kapal juga ada jagung dan bekatul untuk makanan sapi, walaupun tidak masuk dalam perjanjian. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa kita tingkatkan mungkin dengan kabupaten yang lain juga,” kata Khairul di Gorontalo.
Dari data Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo seharusnya ada 500 ekor sapi yang akan di kirim ke Tarakan.
Adanya aturan 14 hari karantina mengakibatkan hanya 256 ekor yang siap diberangkatkan dan sisanya menunggu masa karantina selesai pada tanggal 1 Juli mendatang.
Selain sapi, ada pula 40 ekor kambing yang dikirim melalui kapal yang sama.