SPL hangat, lanjut dia, menyebabkan penguapan tinggi dan massa udara yang membawa banyak uap air bergerak dari timur laut dengan kecepatan angin yang lumayan kencang, melambat ketika masuk ke utara Sulawesi.
"Terjadi penumpukan massa udara yang cenderung hanya di pesisir semenanjung Sulawesi Utara yang menyerupai sendok (cekungan) sehingga memicu juga pertumbuhan awan-awan orografi," ujarnya.
Cuaca ekstrem yang terjadi pada Sabtu (16/1), Minggu (17/1) dan Jumat (22/1) menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Manado, Minahasa.
Selain banjir yang merendam pemukiman penduduk di beberapa lokasi di Manado juga terjadi longsor yang menelan korban jiwa.