Cerita Pelaku UMKM di Minut yang 5 Bulan Mati Suri dan Bertahan di Tengah Pandemi

Subhan Sabu
Produk UMKM oleh-oleh khas Sulut nike tore Manado. (foto: Okezone/Subhan Sabu)

MINAHASA UTARA, iNews.id - Meynio Sumendap, salah satu pemilik UMKM Nio's asal Minahasa Utara sempat terpukul akibat pandemi Covid-19. Usaha jajanan oleh-oleh khas Manado yang dia kelola sempat mati suri selama lima bulan.

Namun perlahan, dia mulai berusaha bangkit dengan kembali memproduksi nike tore, salah satu oleh-oleh khas di Sulawesi Utara.

Mey menceritakan, sebelum pandemi penjualan nike tore laris manis. Dia memasarkannya di toko souvenir, ritel modern, bahkan tak sedikit permintaan lewat media sosial untuk pengantaran ke Jakarta, Surabaya, Medan, Papua, Sorong, Ternate hingga Makassar.

"Ketika itu sebelum Covid-19, omset rata-rata bisa sampai Rp36 juta per bulan," ujar Mey-sapaan akrabnya, Sabtu (21/11/2020).

Semua berubah ketika pandemi melanda. Praktis permintaan menurun drastis. Ritel modern dan toko souvenir mulai menghentikan permintaan, dampaknya omset bulanan anjlok sampai 90 persen.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Besarkan Perindo Jatim, Ahmad Zazuli Ingin Dikenang sebagai Pejuang UMKM

57 tahun lalu

Sambut Human Origin Heritage, Wali Kota Robby Promosikan Budaya Salatiga ke Mancanegara

57 tahun lalu

Tenda Pedagang UMKM di Lapangan Andi Makkasau Porak-poranda Diterjang Angin Kencang

57 tahun lalu

Di WEF Davos 2026, Dirut BRI Tegaskan Pentingnya Peran UMKM dalam Keuangan Global

57 tahun lalu

Kemendagri Dorong Optimalisasi Stadion untuk Perkuat Sepak Bola dan UMKM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal