Dia menjelaskan, dari peta seismisitas atau peta episenter, sebagian besar gempa bumi dengan kedalaman dangkal terjadi pada lempeng laut Maluku yaitu di perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara sampai ke Kepulauan Talaud.
Sementara gempa bumi yang dilaporkan dirasakan oleh masyarakat sebanyak satu kejadian yang dirasakan di di wilayah Naha III MMI, Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sitaro II MMI.
Pada periode sebelumnya 21-27 April 2023 terekam sebanyak 71 kali kejadian gempa bumi.
Sebagian besar atau 80,28 persen bermagnitudo antara tiga hingga lima, sebesar 18,31 persen magnitudo kurang dari tiga dan sebesar 1,41 persen magnitudo lebih dari lima.
Sebanyak satu kejadian gempa bumi pada periode itu dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.