Sembilan sensor gempa tersebut terpasang di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Dumoga (Kabupaten Bolaang Mongondow), Poigar (Kabupaten Bolaang Mongondow), Dodap (Kabupaten Bolaang Mongondow Timur).
Selanjutnya, Di Tondano (Kabupaten Minahasa), Kota Manado, Siau (Kabupaten Kepulauan Sitaro) dan Melonguane (Kabupaten Kepulauan Talaud).
Sementara tiga peralatan sensor gempa yang akan dipasang tengah tahun ini yaitu di Tagulandang (Kabupaten Kepulauan Sitaro), Marore (Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Miangas (Kabupaten Kepulauan Talaud).
Wilayah provinsi berpenduduk lebih 2,6 juta jiwa tersebut dikategorikan daerah rawan gempa bumi karena berada di tiga lempeng tektonik.
Ketiga lempeng tektonik tersebut yaitu lempeng Laut Maluku yang letaknya berada di perairan laut antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara terus memanjang sampai ke Talaud.
Berikutnya, di lengan utara Sulawesi berada lempeng Laut Sulawesi, sementara di timur laut Kabupaten Kepulauan Talaud sampai bagian utara Pulau Halmahera ada yang namanya lempeng Laut Filipina.