"Semua pihak termasuk pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, forum koordinasi pimpinan daerah bersama-sama bekerja keras melihat semua indikator yang ada dan kemudian kita intervensi dengan berbagai program akhirnya apa yang ditulis dalam IKP itu tidak terjadi," ujarnya.
Pengukuran ini, kata dia, berdasarkan data pemilu sejak tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020 yang diakumulasikan.
"Tentu kita berharap dengan pelaksanaan pemilu 2019 dan pilkada 2020 yang sudah kondusif, sudah lancar, ke depan indeks kerawanan pemilu 2024 bisa turun," ujarnya.
Dia menyebutkan ada empat dimensi dalam IKP yaitu konteks sosial politik, kemudian konteks penyelenggaraan, kontestasi dan partisipasi masyarakat.