Mantan Sekjen Kemenristekdikti ini menjelaskan, karena ada perkembangan mengenai Covid-19 yang terjadi di tanah air dan juga ada alternatif pelaksanaan pembelajaran dari rumah maka bantuan kuota data ini akan disalurkan dengan cara yang lebih baik lagi.
''Namun tentu kita akan berusaha untuk menempuh dengan cara yang lebih baik. Oleh karena itu sekarang sedang kita rumuskan besaran dan juga cakupannya seperti apa," ujarnya.
Diketahui, tahun lalu pemerintah mengalokasikan Rp7,2 triliun untuk bantuan kuota data kepada guru, siswa, dosen dan mahasiswa selama empat bulan. Yakni dari September hingga Desember.
Tahapan penyaluran bantuan kuota data internet tersebut dilaksanakan selama dua tahap setiap bulan. Sampai Oktober ada 35,7 juta penerima bantuan kuota data ini.
Alokasi kuota yang diberikan yakni untuk peserta didik PAUD sebanyak 20 GB/bulan, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah 35 GB/bulan, pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah 42 GB/bulan, serta untuk mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan. Seluruhnya mendapatkan kuota umum sebesar 5 GB/bulan, sisanya adalah untuk kuota belajar.