Angka Perkawinan Anak saat Pandemi Covid-19 Naik hingga 300 Persen, Apa Dampaknya?

Binti Mufarida
Ilustrasi Pernikahan Anak

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 membawa dampak luar biasa bagi naiknya perkawinan anak. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut angka perkawinan anak naik hingga 300 persen saat pandemi jika dibandingkan dengan tahun 2019.

"Kita semua prihatin pada masa pandemi ini, perkawinan anak mengalami kenaikan yang sangat tajam, yaitu 300 persen dibanding masa yang sama pada tahun 2019,” ujar Muhadjir, dalam keterangannya dikutip dari YouTube Kemenko PMK, Senin (27/6/2022). 

Muhadjir menegaskan kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena menyebabkan beberapa dampak buruk, baik secara fisik maupun mental.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa perkawinan anak itu membawa dampak negatif, seperti stunting atau tengkes, kekerasan di dalam rumah tangga, perceraian, dan juga munculnya keluarga miskin baru," katanya.

Untuk itu, ia meminta agar fenomena perkawinan anak bisa dihentikan.

“Oleh sebab itu, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama dan bersungguh-sungguh sekuat tenaga untuk mencegah perkawinan anak ini,” tutur dia. 

Muhadjir pun meminta kepada para orang tua untuk tidak menikahkan putra-putrinya di usia belia. Melainkan memberikan pendidikan setinggi mungkin sebagai modal di masa depan.

“Beri kesempatan putra-putrinya untuk membekali diri dengan pendidikan setinggi mungkin dan mempersiapkan diri baik lahir maupun batin untuk membangun rumah tangga sentausa dan bahagia," tutup dia.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bangkalan Fokus Perbaikan Gizi Anak, Muhammad Mosleh: Peran Komunitas Jadi Kunci Tekan Stunting 

57 tahun lalu

Cegah Stunting, Wamendagri Ingatkan Pemda soal Anggaran Tak Efisien

57 tahun lalu

Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Karawang Rp1,99 Miliar, 7 Orang Jadi Tersangka

57 tahun lalu

Kisah Pilu Bocah di Lebak Stunting Berat karena Keterbatasan Ekonomi, Kondisinya Mengenaskan

57 tahun lalu

Mandiri Sahabat Desa Fokus pada 200 Keluarga Risiko Stunting di Yogyakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal