Umumnya, pembuatan bahan kayu yang digunakan adalah kayu-kayu yang ringan. Namun, mempunyai serat kayu yang padat.
Alat musik kolintang ini juga dikenal bisa menggunakan bunyi nada rendah maupun nada tinggi. Dari segi bentuk dan ukuran instrumen musik ini mirip alat musik glockenspiel. Namun berbeda bahan material di mana glockenspiel terbuat dari logam, alat musik kolintang terbuat dari kayu.
Cara memainkan kolintang yaitu dengan cara dipukul pada bilah-bilah kayu menggunakan pemukul khusus.
Sejarah nama Kolintang terinspirasi dari nada yang dikeluarkan dari suatu alat musik seperti “Tong” untuk nada rendah, “Ting” untuk nada tinggi, dan “Tang” untuk nada tengah, serta menggunakan istilah “ber tong ting tang” sambil mengungkapkan kalimat “Maimo Kumolintang” untuk mengajak orang memainkannya, sehingga lambat laun ungkapan tersebut berubah menjadi Kolintang.
Dulu, musik Kolintang digunakan dalam upacara ritual adat yang berhubungan dengan pemujaan roh leluhur, namun seiring berjalannya waktu musik Kolintang lebih difungsikan sebagai pengiring tarian, pengiring lagu, atau pertunjukan musik.