Di sisi lain, warga terdampak dibantu ASN jajaran Pemkab Bolsel, TNI dan anggota Polres Bolmong serta Kotamobagu. Selain menyalurkan bantuan logistik dan sembako, Pemkab Bolsel juga membuka dapur umum di wilayah terdampak serta aparat membuka jalur yang terputus.
"Pemkab melibatkan semua instansi, TP PKK dan Dharma Wanita Bolsel untuk memasak di dapur umum. Usai dimasak, makanan dibungkus dan dibagikan kepada warga terdampak,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bolsel Aldy Gobel.
Selain itu katanya, warga terdampak juga mendapat pelayanan kesehatan gratis.
"Jadi selain memastikan ketersediaan makanan, pemerintah daerah juga memperhatikan kondisi kesehatan warga terdampak. Petugas Puskesmas di wilayah aktif turun ke desa untuk pelayanan kesehatan gratis,” katanya
Sementara itu, Bupati Bolsel Iskandar Kamaru mengatakan, pemkab akan menjamin ketersediaan makanan bagi warga terdampak selama belum bisa beraktivitas.
"Dapur umum akan tetap dibuka selama warga terdampak belum bisa beraktivitas seperti biasa. Begitu juga dengan pelayanan kesehatan,” kata bupati.
Sejumlah desa yang terdampak banjir dan kekurangan air bersih di antaranya Pilolantungan, Salango, Molibagu, Tabilaa di Kecamatan Bolaang Uki, kemudian Desa Linawan, Nunuk, Pinolosian, Ilomata, Pinsel dan Kombot di Kecamatan Pinolosian. Selanjutnya Desa Mataindo, Mataindo Utara di Kecamatan Pinolosian Tengah. Lalu Desa Bakida, Transpatoa, Halabolu, Duminanga dan Biniha di Kecamatan Helumo