Keluarga yang khawatir jenazah keluarganya tak bisa dimakamkan terlibat adu mulut dengan warga setempat. Untuk menghindari kericuhan, petugas kepolisian dan aparat TNI yang mengawal jenazah terpaksa berbalik arah. Rombongan pergi meninggalkan lokasi Pemakaman Samata lalu mencari lokasi pemakaman lain.
"Sebelumnya pemerintah bilang menjamin tidak akan ada pemakaman jenazah pasien Covid-19 di sini, nyatanya hari ini ada dan ini masih akan ada lagi nanti," kata salah seorang warga setempat.
Sementara itu, personel gabungan menjaga ketat wilayah pemakaman tersebut. Sebanyak 60 personel gabungan masih disiagakan di lokasi yang terdiri atas Polres Gowa, Kodim 1409 Gowa, serta Satuan Polisi Pamong Praja Gowa.
“Warga memang sudah meninggalkan lokasi. Tapi kami masih terus menjaga,” kata Dandim 1409 Gowa, Letkol Arh Muh Suaib.
Dandim Gowa menyesalkan tindakan warga yang menolak pemakaman warga. Dia meminta masyarakat ikut bekerja sama memerangi Virus Corona atau Covid-19 yang mewabah.
“Kita berharap warga sekitar paham tentang kondisi saat ini, negara dalam darurat Covid-19 yang harus diperangi bersama. Bukan justru menentang pemerintah,” katanya.
Menyikapi penolakan masyarakat, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang dikonfirmasi menjawab singkat. “Sedang kami diskusikan,” katanya.