Walhi Sebut Sulsel Sudah Tiga Kali Dilanda Cuaca Ekstrem Sejak Akhir Tahun 2021

Antara
Banjir merendam delapan kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan hingga 1,5 meter. Masyarakat pun menggunakan perahu untuk beraktivitas. (Foto: Hasil tangkapan layar)

Dia mengatakan, kerusakan lapisan ozon itu memicu suhu bumi menjadi tinggi, sehingga menimbulkan cuaca yang susah diprediksi (unpredictible), bahkan mengarah ke kondisi yang semakin ekstrem.

Berdasarkan catatan Walhi tutupan hutan di Sulsel tersisa 32 persen atau sekitar 1.479.181,01 hektare. Sementara, 68 persen atau 3.180.562,41 hektare masuk ke dalam kategori tutupan nonhutan.

Dengan demikian, jika Sulsel kembali kehilangan 2 persen saja dari tutupan hutannya, maka provinsi ini akan kolaps. Pasalnya dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang disebutkan minimal tutupan hutan 30 persen.

Selain itu, tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi tangkapan air terbesar di Sulsel juga dalam kondisi kritis. Ketiga DAS itu yakni Walanae, Saddang dan Jeneberang.

Al Amin mengatakan jika Plt Gubernur tidak memulihkan lingkungan maka kerusakan lingkungan akan terus terjadi. Hal ini membawa masyarakat Sulsel ke lubang bencana yang lebih besar di masa yang akan datang.

Editor : Dita Angga Rusiana
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

57 tahun lalu

Hujan Deras dan Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Pati Terendam Banjir

57 tahun lalu

Angin Kencang Terjang Pidie Jaya, Belasan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang

57 tahun lalu

Kondisi Terkini Banjir di Cirebon, Ribuan Rumah Masih Terendam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal